Edisi 67: Media Komunitas Lawan Hoaks

Baru-baru ini, seorang jurnalis asal Amerika Serikat yang bertugas di China menuliskan refleksinya tentang dampak berita di laman www.theguardian.com. Sebagai jurnalis dengan wilayah liputan internasional, ia merasa tidak lagi merasakan dampak langsung dari hasil liputannya. Dampak liputan itu justru ia temukan dulu, saat ia yang masih berstatus mahasiswa magang di sebuah koran lokal berskala kecil di negaranya. Liputan mengenai tingkah sejumlah anggota Dewan Kota yang kerap mangkir saat rapat, misalnya, membikin mereka malu sehingga kembali aktif menghadiri rapat untuk membahas berbagai peraturan.

Bagaimana Media Komunitas Melawan Hoax?

Jika saya penggiat media komunitas, bagaimana cara saya melawan hoax?

Sebagai penggiat media komunitas, wajib hukumnya untuk bisa mengenali mana informasi hoax dan mana informasi fakta. Caranya, lakukan verifikasi alias mengecek kebenaran setiap informasi apapun sebelum membagikannya. Selain itu, ajak dan bantu warga sekitar untuk mengecek informasi yang mereka terima.

Karena media komunitas dibangun oleh, dari, dan untuk warga, informasinya pun harus dekat dengan warga. Perbanyak informasi tentang berbagai persoalan yang dihadapi warga melalui media komunitas. Sebarkan. Ajak warga bersama-sama mencari solusi persoalan yang dihadapi.