Rapat Kerja CRI 2010

Combine Resource Institution (CRI) gelar Rapat Kerja Tahunan di Hotel Griya Persada, Kaliurang, Pakem, Sleman. Kegiatan ini dimulai pada 26-28 Januari 2010 diikuti oleh seluruh pegiat CRI dari unsur direksi, manajer, dan staf.

Menurut Akhmad Nasir, Direktur CRI, kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun, untuk membahas rancangan dan strategi pelaksanaan program kegiatan yang akan dilakukan CRI selama satu tahun.

Pada 2010, CRI akan melanjutkan program lama, seperti Suara Komunitas, Pasar Komunitas, Buletin Kombinasi, dan Pusat Sumber Daya Media Komunitas. Ada juga program inovasi baru yang menggabungkan beberapa program lama, seperti Tikus Darat, dan Lumbung Komunitas.

Pada tahun ini ada beberapa program baru, seperti Koperasi, Training Center, Bengkel Komunitas, Kebebasan Informasi Publik, Pengarusutamaan Gender, dan lainnya.

Kelebihan rapat Kerja tahun ini adalah program yang dikelola makin spesifik dan dilakukan secara kontinyu oleh lembaga. CRI mulai menemukan ritme dan bentuk kegiatan yang terperinci. (Yossy Suparyo)

Mengudara, Radio Kanal Besuki Timur

Banyaknya informasi yang tidak sesuai dengan kenyataannya atau telah dimanipulasi membuat para pemuda Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo mendirikan radio. Radio ini bernama Kanal Besuki Timur (KBT). Nama Kanal sendiri diambil dari nama sungai di desa tersebut, yaitu sungai Kanal. Sedangkan nama Besuki Timur diambil dari nama desa mereka yang tersisa sebelah timur saja, sementara sebelah baratnya telah tenggelam oleh lumpur. Awalnya, desa ini terdiri dari 25 RT, namun lumpur Lapindo telah menenggelamkan 18 RT hingga yang tersisa hanya 7 RT.

Kegiatan ini ditujukan untuk mendukung pertukaran informasi dan komunikasi warga sebagai salah satu cara untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, terutama di daerah rawan bencana. Desa Besuki Timur merupakan desa yang terletak di pinggir tanggul lumpur panas yang rawan terkena bencana, media Radio Komunitas ini dapat menurunkan resiko bencana dengan sifat informasi yang bisa dilakukan cepat, seketika dan akurat. Selain juga dapat memberikan pemahaman yang berimbang tentang isu-isu yang muncul sehingga dapat meredam potensi konflik dalam masyarakat.

Peralatan radio didukung oleh Combine Resource Institution dan Walhi Jawa Timur melalui program Media Center Korban Lumpur Lapindo. Pada saat pendirian, KBT dibantu oleh media komunitas lainnya seperti Radio Suara Porong, Kanal News Room, dan Komunitas Video KOPI Permisan.

Untuk sementara ini kru KBT hanya berjumlah 12 orang. Penyiarnya berjumlah 3 orang yang semuanya adalah para pelajar SMA. Ini adalah pengalaman pertama mereka menjadi seorang penyiar radio. Saat ini sebagian warga belum mengetahui keberadaan radio komunitas ini. Perlahan tapi pasti pengelola Radio Kanal Besuki Timur (KBT) ini optimis bahwa radio ini akan diterima dengan baik oleh warga. (Al-faz, Yossy, Adriani)

Radio Komunitas, Media Komunitas Berbagi

Radio komunitas akan kuat bila pendengarnya merasa terlayani oleh radio. Pegiat radio harus mampu menangkap keinginan warga untuk selanjutnya dijadikan pertimbangan dalam perancangan program siaran. Sayang, kegiatan yang bertujuan menyerap keinginan sangat jarang digunakan. Akibatnya, radio komunitas justru meniru gaya radio swasta yang semakin menjauhkan radio dari komunitasnya.

Demikian pendapat Budhi Hermanto, Manajer Pengembangan Kapasitas Combine Resource Institution (CRI) Jogjakarta dalam Pelatihan Pengelolaan Radio Komunitas yang diselenggarakan Kelompok Kerja Jaringan Radio Komunitas (Pokja JRK) Kabupaten Padang PAriaman dan Kota Pariaman di Radio Komunitas Bahana FM, Kota Pariaman pada 9-10 Januari 2010. Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta perwakilan dari Radio Padang Sago FM, Radio Kiambang FM, Radio Bahana FM, dan Radio Suandri FM.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan penguatan radio komunitas setelah Pokja JRK Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman terbentuk pada November 2009 lalu. Dalam pelatihan ini dibahas tentang prinsip dasar radio komunitas, hubungan radio komunitas dengan komunitasnya, dan evaluasi program siaran.

“Bila Anda tidak bisa mampu menyerap keinginan warga, radio akan semakin jauh dari warganya. Warga harus dilibatkan dalam menyusun program siaran supaya pegiat radio bisa menentukan bentuk dan pengemasan siaran yang tepat,” jelas Budhi.

Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan sebab fasilitator menyampaikan materi dengan metode permainan. Materi pelatihan juga membantu para pegiat radio komunitas untuk mengevaluasi program siaran yang mereka susun sebelumnya. Rian Sukri (28) pegiat Radio Komunitas Padang Sago berjanji akan menerapkan ilmu yang ia dapatkan untuk meningkatkan layanan radio yang dikelolanya.

Radio Komunitas Padang Sago FM tengah mempersiapkan perizinan ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatra Barat. Kegiatan ini akan dimanfaatkan oleh radio untuk merancang program siaran yang tepat bagi warga di Kecamatan Padang Sago. (Sabar Rina, Yossy Suparyo, Adriani Zulivan)

Refleksi Suara Komunitas

Jelang akhir tahun 2009, jaringan Suara Komunitas yang difasilitasi oleh Combine Resource Institution (CRI) akan mengadakan acara refleksi akhir tahun. Refleksi ini akan membahas segala hal terkait perkembangan terkini portal berita Suara Komunitas beserta kegiatan para pelaku media komunitas di dalamnya. Setiap wilayah akan mendapatkan undangan untuk mengirimkan satu wakilnya (editor wilayah) dalam pertemuan yang akan diadakan pada:

Hari, tanggal: Kamis – Sabtu, 17 – 19 Desember 2009
Waktu: pukul 09.00 – 21.00 (setiap hari)
Tempat: University Club Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Peserta yang diundang akan ditentukan oleh CRI berdasarkan tingkat keaktifan pegiat Suara Komunitas tersebut. Undangan akan dikirimkan langsung kepada yang bersangkutan.

Kegiatan Refleksi Suara Komunitas ini akan berdekatan dengan penyelenggaraan gelaran Combine Expo 2009 yang akan diadakan di tempat yang sama pada hari Sabtu – Minggu, 19 – 20 Desember 2009.

Kontak dan informasi:
Sarwono – email: sarwono[at]combine.or.id

Berita Duka dari Keluarga Afrizal – Mary

Telah meninggal dunia putra kedua Ibu Mary T. Prestiningsih (Finance and Administration Manager Combine Resource Institution) dan Bapak Afrizal pada hari Kamis, 7 Januari 2010 pukul 10.00 ketika dilahirkan di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta. Upacara pemakaman Ananda bernama Muhammad Haiqal Putra ini akan diawali di rumah duka di Dongkelan, Mantrijeron, Yogyakarta pada hari Kamis, 7 Januari 2010 pukul 16.00.

Seluruh staf dan manajemen Combine Resource Institution (CRI) mengucapkan turut berduka cita. Semoga Ananda diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin.