Edisi 56 : Langkah Komunitas Melindungi Lingkungan

Secara garis besar, film Hollywood berjudul Promise Land mengisahkan upaya sebuah perusahaan gas alam membujuk warga di sebuah desa kecil di Amerika Serikat agar mengijinkan eksploitasi gas di lahan mereka. Masyarakat di desa itu digambarkan begitu miskin dan minim akses informasi. AKibatnya sebagian diantaranya setuju untuk mendatangani kontrak karena iming-iming uang yang besar, serta yang paling penting, janji perusahaan bahwa proses eksploitasi akan berjalan aman dan tidak mengganggu kehidupa masyarakat.

Ternyata di kemudian hari muncul informasi yang bertolak belakang. Proses eksploitasi yang akan dilakukan itu ternyata dampaknya sangat berbahaya, tidak saja untuk ternak tapi bahkan untuk manusia. Informasi ini disebarkan ke komunitas melalui pamflet sehingga mendorong warga untuk mendiskusikannya, dan ujungnya kemudian adalah menolak rencana perusahaan gas tersebut.

Di Indonesia, jauh dari Hollywood, situasinya kurang lebih seperti itu. Upaya penghisapan sumber daya alam melalui penambangan yang merusak lingkungan terus dilakukan. Upaya ini selalu dibarengi penyebaran informasi sepihak dari perusahaan bahwa semuanya aman, sesuai hukum dan akan membawa kesejahteraan bagi komunitas setempat.

Inilah ujian bagi komunitas tersebut. Saat mereka memiliki informasi yang berbeda tentang dampak penghisapan tersebut, mereka mesti bertarung untuk menyebarkannya pada publik. Tentu bukan pertarungan yang seimbang dan ideal, mengingat perusahaan korporasi dengan dana tidak terbatas akan menggunakan banyak cara termasuk membentuk opini lewat media arus utama yang lebih massif.

Akan tetapi, ketika membaca edisi ini, kita tahu bahwa komunitas di Rembang, di Kulonprogo, di Sidoarjo dan mungkin di banyak tempat lain memiliki cara guna mempertahankan kedaulatan wilayahnya. Mereka pantang menyerah menyebarkan informasi sesungguhnya pada publik, bahkan bila perlu dengan melakukan aksi. Menjadi tugas kita membantu mereka dengan cara yang kita bisa, termasuk ikut menyebarkan informasi dari mereka agar publik tak hanya disuguhi informasi ciptaan korporasi.

Annual Report 2013

The flood of information that can be consumed today does not necessarily turn our society intelligent. Uncertainty occurs even because most information emerging is not really needed. Required information is information that can breakdown problems and lead to appropriate actions. So
that, any desired change will occur when the communities are intelligent not only in accessing information but also in processing and evaluating it. At that level, information will be the knowledge that can be used to solve any problem a community is facing.

The year of 2013 was the momentum we re-examined what kind of change we actually wanted to try to push. While working together with the communities and building networks with civil societies and local governments, COMBINE internally have been reflecting the strategic plan in the next three years. Have we gone through the right and good way? We keep asking the question. The answer is certainly not necessarily given but the results of the examination is realized in the strengthening of organizational structure that protects knowledge. We call it the division of Media, IT and Knowledge Management. The consideration is simple. Interpretation and analysis of situation must be done systematically and continuously. Therefore, the skill of recording data, which are obtained from text, audio, video and infographic, is a modality that is beneficial for determining strategic measures. For us, a civil community must be cleverer in reading data so that they have adequate capacity to mingle with other groups of community and the governments.

This annual report is presented to be examined by all parties. It is not only about how we have used the funds from various parties but also whether our substance have already approached needed by the target public, namely the marginal groups. The hope is that we can obtain advice and feedback afterwards, so we are sure everything we do is useful.

We hope we receive suggestions and feedbacks afterwards so that we become more sure that what he have done is constructive.