Laporan Tahunan 2016

Transformasi digital telah mengubah seluruh aspek kehidupan, di seluruh bagian dunia, secara besar-besaran dengan begitu cepat, murah lagi mudah. Pada konteks negara bangsa, digitalisasi memperbesar kemungkinan terwujudnya transparansi dan partisipasi publik. Namun tentu digitalisasi tidak lantas hanya tentang mata air kesempatan dan peluang yang semata jernih dan baik. Risiko selalu ada, salah satunya adalah justru ketika bergantung semata pada teknologi digital dan menabalkannya sebagai tujuan, bukan alat.

Pengelolaan informasi berbasis komunitas misalnya, mendapatkan peluang luar biasa ketika perkembangan teknologi memungkinkan konvergensi media. Media komunitas misalnya, mendapatkan kesempatan luar biasa saat tidak lagi harus tunduk pada batas konvensional suatu wilayah. Bahkan melalui media sosial, siapapun bisa mendaku diri sebagai aktivis media komunitas melalui rentetan informasi yang disebarluaskan tanpa batas ruang dan waktu. Maka tantangan mendasarnya adalah bagaimana memastikan komunikasi, relasi dan dampak media komunitas tersebut dengan komunitasnya sendiri.

Demikian pula dengan pengelolaan sumber daya berbasis komunitas, salah satunya melalui pengelolaan data. Secara khusus pada konteks Indonesia, melalui sistem informasi desa maupun sistem informasi lain warga memiliki kesempatan lebih besar untuk berperan dalam proses perencanaan dan implementasi pembangunan. Peluang bisa berbalik menjadi bumerang saat gairahnya semata pada aplikasi, baik dengan dalih percepatan, perluasan dsb. Maka tantangannya adalah bagaimana memastikan fokusnya kembali pada tujuan utama yaitu peningkatan kualitas hidup seluruh warga yang berdaya dan mandiri dengan teknologi sebagai salah satu alatnya.

Tantangan-tantangan itulah yang pada 2016 ini coba mulai dikelola oleh CRI. Mulai dari merintis pemetaan kondisi terkini media komunitas melalui riset sederhana, terus berusaha memperbaiki pola pelatihan sistem informasi sebagai upaya membagikan pemahaman yang utuh tentang pengelolaan data, hingga menyegarkan kembali komitmen melalui Jagongan Media Rakyat yang menginjak penyelenggaraan keempat.

Capaian yang didapat mitra dan komunitas tahun ini menjadi penyegar yang membuat semangat terus terpompa. Bersama jejaring mitra baik lembaga dan komunitas, CRI ingin mulai memastikan tidak ada yang tertinggal gerbong kemajuan dengan digitalisasi sebagai lokomotifnya

Annual Report 2016

Digital transformation has changed every aspect of life, in all parts of the world, in a quick, massive, cheap and easy way. In the context of nation state, digitalization expands the chance of transparency and public participation manifestation.

Yet digitalization not simply appears as a spring with the clear and calm stream of chances and opportunities. The risks are, however, inevitable. One of which is when we only rely on digital technology and set it as a goal, instead of a tool.

Community-based information management for example, gets greater opportunity when technology development enables media convergence. Community media for example, are benefited when they were no longer subject to the conventional or regional rules. Even, with social media, information are shared without any time and regional border, thus anyone can call themselves community media activist. Hence, the basic challenge we encounter is to ensure that the communication, relation and impact of community media reaches their local community.

Similarly, community-based resource management utilizes data management. Specifically in Indonesia context, by using village information system or other information systems, local communities has a greater chance to participate in development planning and its implementation process. The chance can turn into a boomerang when the spirit is focused on the application, with the pretext on the acceleration, expansion, etc. Thus, the challenge is how to ensure the focus is shifted to the main goal which is improving the quality of life of every empowered and independent society with technology as one of its tools.

These challenges are what CRI tried to managed in 2016. Starting from mapping community media current condition through simple research, continued fixing information system training scheme as an endeavor to share a whole understanding about data management, to refreshing our commitment through Jagongan Media Rakyat, which have been held for the fourth times.

Our partner and community’s accomplishments gathered this year revitalize and pump our spirit. Along with our community and organization network, CRI starts to ensure that there is no one left behind the development wagon with digitalization as its locomotive.